tak bisa ku bayangkan

Jogja, kota pelajar yg penuh dengan nuansa etnik budayanya.begitu sebutan untuk kota yang saat ini cintaku menuntut ilmu dan menunjang karirnya disana.

Rabu,11 nov’09 ”sayang aku ga’ lulus” tersentak kaget aku lihat isi pesan yang dikirimkannya padaku, rasanya hati ini ingin menangis tetapi aku tak bisa berbuat  banyak aku disini hanya terdiam dan hanya bisa menghiburnya walau hanya lewat telp atau sms. ”sayang maaf aku belum bisa tepatin janji ke sayang” begitu dalam kesedihan yg dia rasakan saat itu. Aku hanya bisa berkata padanya sayang sabar ya semua itu butuh proses dan ini dalah proses yang harus kita jalani dan kita lewati dulu, hanya itu yang bisa aku katakan padanya. Jam 3 sore ” sayang aku butuh sayang” smsnya  membuat ku langsung bergegas tuk menghiburnya begitu aku tau dia membutuhkanku.

Jakarta malam rutinitas yang selalu aku lakukan ketika malam tiba, yakni menghubungi cintaku apalagi sejak tadi pagi sudah mendapat perhatian dari Robb ku yang memberinya hadiah tuk pelajari kehidupan ini. Pukul 1 malam mata ku sudah tak bisa dikompromi lagi dan meminta aku untuk memejamkan mata ini, tetapi  aku enggan tuk menghentikan ini karena aku masih ingin tetap mendengarkannya bercerita, akhirnya ku putuskan untuk tetap melanjutkan untuk mendengarkannya bercerita dan melepaskan apa yang dia rasakan saat malam ini.  ”sayang, seandainya sayang ada disini sekarang” , ” sayang kamu bisa ga’ jum’at ini tuk datang kesini?” banyak pintanya pada ku malam itu, entah bisa atau tidak aku mewujudkannya. Selesai telp ku dengannya saat itu ingin rasanya aku tuk menemuinya hingga hampir pagi mata ku tak sedikitpun terasa lelah yang tadi menghinggap ku seakan hilang begitu saja. tanpa sadar  aku terpejam hingga aku tertidur dalam lamunan. Begitu aku tersadar dari tidur ku, niat untuk mewujudkan pintanya semalam amat besar, tanpa berfikir panjang aku langsung bergegas tuk segera berangkat menemuinya tanpa dia tau, tanpa izin ibu ku, aku berangkat dari rumah ku jam 10pagi aku pergi dengan izin palsu pada ibu ku. Tak banyak yg tau kemana tujuan ku saat itu bahkan cintaku pun tak mengetahui kalau aku sudah di jalan tuk menemuinya sesampainya di stasiun senen aku baru mengabarinya kalau aku saat ini sedang distasiun tuk menemuinya. Aku tiba jam1 siang dan kreta progo jurusan jakarta jogja yang berangkat pukul 9 malam, 8jam aku menuggu akhirnya pernantian ku tiba. kretaku berangkat dari jakarta, sepanjang jalan aku di temaninya. Banyak pesan yang di titipkannya untuk ku, sayang aku ga’ apa aku disini baik2 aja ko’.

Jogja aku datang, jam 7 pagi aku tiba di stasiun terakhir, stasiun lempuyangan. cintaku sudah menanti ku entah sudah berapa lama ia menuggu , ” sayang aku datang” begitu isi pesan ku padanya, hati ini rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya tetapi perasan takut muncul  karena tak ingin membuatnya kecewa dengan aku yang tidak seperti diharapkannya. Kretapun berhenti stasiun sudah dibanjiri oleh penumpang yang baru tiba disana aku turun dan mencarinya, pandanganku terhenti disudut pintu keluar tanpa ragu aku menyapanya pria tersebut  ” dor… lama ya nunggunya?” awal sapaan ku padanya, ga’ lama kita bergegas meninggalkan stasiun menuju tempat istirahatnya. Sepanjang jalan tak henti2nya dia bercerita tentang suasana hatinya saat aku menemuinya,tak henti2nya pula dia memegang tanganku. Perasaan ini senang banget akhirnya ini bukan hanya hayalanku saja saat ini dia ada di depan mata ku, saat ini aku bisa melihat dia tanpa henti. Hari demi hari kulewati bersama denganya, kami jalan2 ke malioboro, yang buat aku berkesan dia membawaku kealun2 keraton aku tak tau apa namanya tetapi disana terdapat 2 buah pohon tua yang diyakini oleh penduduk sekitar jika sepasang insan berjalan diantara kedua pohon tua itu dengan menutup mata dan hasilnya adalah lurus berarti baik untuk kelanjutan hubungan mereka, akupun penasaran dengan mitos tersebut kami bergandengan dan mencoba berjalan dengan menutup kedua mata kami untuk mengetahui apakah bisa kami melewatinya? sudah dua kali kami berjalan melewati kedua pohoh itu, tetapi untuk yang kedua kali ini perasaan ku yakin kalau kami berjalan lurus dan karena ketidak sabaranku ketika kubuka mata aku merasa kami sudah bisa melewatinya tapi ternyata hampir bisa kami melewatinya, dari mitos tersebut aku mengerti apa artinya itu, ”setiap apa yang kita yakini itu harus dilalui dengan kesabaran yang tinggi untuk menuju jalan yang lurus dan akhir yang kita inginkan” ini pelajaran berarti buatku karena selama ini aku bukan termasuk dalam golongan orang yang mempunyai kesabaran yang tinggi untuk menuggu hasil dari apa yang aku kerjakan, semoga dengan ini aku bisa lebih bersabar dengan hidup ku ini.

Minggu pagi hari ini aku pulang ke jakarta kembali tuk habiskan waktu ku dengan kejenuhan kota.kuhabiskan sisa waktu ku tuk selalu dengannya hingga tiba malam,rasanya takingin ku meninggalkan kota ini. haripun hujan seakan menyuruhku untuk tetap tinggal, kamipun bergegas untuk berangkat kembali ke jakarta kota tempat ku mulai kehidupan, sepanjang jalan aku berfikir ”kira-kira ibu ku marah ga’ ya?” itu yang selalu ada di fikiran ku.

Akhirnya aku tiba di jakarta dengan selamat dan dengan cintaku aku pulang, setibanya dirumah ternyata tak seperti yang aku bayangkan hanya beberapa kata-kata ke khawatirannya yang mamah ucapkan pada ku, syukur ini ternyata ibu ku percaya pada ku. Thank’s mom

Allhamdulillah…

by:desy

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.